Era kepelatihan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia sudah berakhir di awal Januari 2025 ini dan sebagai penggantinya PSSI menunjuk Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala di Timnas Indonesia.
Patrick Kluivert tentunya tidak sendirian melatih Timnas. PSSI sudah menyiapkan 3 asisten pelatih untuk membantunya. Semuanya berkebangsaan Belanda dan masing-masing mempunyai kelebihan yang saling melengkapi.
Seperti yang kita ketahui bersama, pemain Timnas Indonesia kebanyakan pemain diaspora keturunan Indonesia-Belanda. Dengan adanya pelatih dari Belanda, diharapkan komunikasi dengan para pemain dan penerapan strategi bisa berjalan dengan baik.
Sudah banyak yang membahas tentang Patrick Kluivert di media online. Di artikel ini, kita coba untuk membahasnya lebih dalam lagi Tim Kepelatihan ini. Silahkan simak artikel ini hingga selesai.
Profile dan Tugas Jangka Pendek Patrick Kluivert Sebagai Pelatih Kepala
Patrick Kluivert adalah mantan pemain sepakbola asal Belanda yang dikenal sebagai salah satu penyerang terbaik di masanya, tahun 1900-an. Berikut adalah profil singkatnya:
- Nama Lengkap: Patrick Stephan Kluivert
- Tanggal Lahir: 1 Juli 1976
- Tempat Lahir: Amsterdam, Belanda
- Tinggi: 1,88 m (6 ft 2 in)
- Posisi Bermain: Penyerang
Sebagai Pemain di Klub
- Ajax Amsterdam (1994-1997) – Kluivert memulai karir profesionalnya di Ajax, dimana dia membantu tim nya meraih berbagai gelar, termasuk Liga Champions UEFA pada tahun 1995 dengan mengalahkan AC Milan di final.
- AC Milan (1997-1998) – Setelah bermain gemilang di Ajax, Kluivert pindah ke AC Milan. Namun, karirnya di klub ini berlangsung singkat.
- Barcelona (1998-2004) – Karir Kluivert di Barcelona berjalan sukses dan menjadikannya salah satu penyerang andalan di klub ini. Dia bermain bersama pemain-pemain hebat lainnya dan memenangkan La Liga.
- Newcastle United (2004–2005) – Setelah meninggalkan Spanyol, dia bergabung dengan Newcastle United di Liga Premier Inggris.
- Valencia (2005–2006) – Kluivert kemudian bermain untuk Valencia di La Liga.
- PSV Eindhoven (2006–2007) – Dia kembali ke Belanda untuk bermain dengan PSV Eindhoven.
- Lille OSC (2007–2008) – Kluivert mengakhiri karier bermainnya di Ligue 1 bersama Lille.

Sebagai Pemain Timnas Belanda
- Tim Nasional Belanda (1994–2004) – Kluivert mencatat lebih dari 70 penampilan untuk tim nasional Belanda dan berhasil mencetak 40 gol. Dia sempat berpartisipasi dalam beberapa turnamen besar seperti Piala Dunia FIFA dan Kejuaraan Eropa UEFA.
Kehidupan Setelah Pensiun
Setelah pensiun sebagai pemain, Patrick Kluivert beralih ke dunia kepelatihan. Dia telah bekerja sebagai pelatih dan juga dalam peran manajerial di beberapa klub dan tim nasional. Kluivert juga terlibat dalam pembinaan pemain muda dan pengembangan bakat sepak bola.
Berikut adalah beberapa posisi kepelatihan yang pernah dipegangnya:
- AZ Alkmaar (2008–2011) – Kluivert bekerja sebagai pelatih tim junior di AZ Alkmaar, di mana ia mulai mengembangkan keterampilannya dalam pembinaan pemain muda.
- NEC (2011) – Ia menjabat sebagai asisten pelatih di NEC Nijmegen untuk waktu yang singkat.
- Tim Nasional Belanda U-17 (2013–2014) – Kluivert bekerja dengan tim nasional Belanda U-17, berfokus pada pengembangan pemain muda di tingkat internasional.
- Tim Nasional Curacao (2015–2016) – Patrick Kluivert menjadi pelatih kepala tim nasional Curacao dan berhasil membawa tim tersebut ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2018 zona CONCACAF.
- Paris Saint-Germain (PSG) – Direktur Sepak Bola (2016–2017) – Meskipun tidak berperan langsung sebagai pelatih, Kluivert menjabat sebagai direktur sepak bola di PSG, di mana ia bertanggung jawab atas strategi dan pengembangan tim.
- Tim Nasional Kamerun (Asisten Pelatih) (2018–2019) – Kluivert bergabung sebagai asisten pelatih dalam staf kepelatihan tim nasional Kamerun.
- Adana Demirspor (Pelatih Kepala) (2023) – Kluivert menjadi pelatih kepala di klub Adana Demirspor yang bermain di liga Turki.
Tugas dan Tanggung Jawab Jangka Pendek
Patrick Kluivert, sebagai kepala pelatih timnas Indonesia, salah satu tugasnya adalah memanggil pemain-pemain berkualitas baik yang berkarir di luar maupun dalam negeri. Dia menegaskan bahwa pemain yang minim menit bermain di klub tidak akan dijamin masuk timnas.
Kluivert menghadapi tugas besar lainnya, yaitu mencari dan memantau pemain berbakat di Liga Indonesia. Selain itu, dia juga harus membentuk tim kepelatihan yang solid sebelum pertandingan perdana di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Australia nantinya.
Beberapa tugas dan tanggung jawab Patrick Kluivert dalam jangka pendek:
- Pertemuan Awal: Memulai pemantauan bakat lokal pada pertandingan Dewa United vs Persija Jakarta pada 8 Februari.
- Kebijakan Pemanggilan: Tidak ada garansi pemanggilan bagi pemain dengan menit bermain minim di klub.
- Persiapan Timnas: Jam terbang di klub menjadi indikator penting karena persiapan timnas lebih singkat.
- Pemantauan Bakat: Kluivert bertugas memantau bakat pemain di Liga Indonesia, dengan pengalaman sebelumnya sebagai Direktur Akademi Barcelona.
- Pembentukan Staf: Kluivert akan membentuk tim kepelatihan, termasuk pelatih performa, pelatih kiper, dan video analis.
- Komunikasi dengan Diaspora: Menjalin komunikasi dengan pemain diaspora seperti Jairo Riedewald.
Tenggat waktu yang dimiliki Patrick Kluivert untuk menyelesaikan tugasnya ini hingga bulan Februari atau sebelum kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Kesimpulan
Meskipun tim kepelatihan Timnas Indonesia ini masih belum lengkap tapi sudah memberikan harapan yang cukup besar bagi para pendukung Timnas Indonesia. Kluivert yang merupakan pemain legendaris asal Belanda, tentunya dapat menarik minat dari para pemain diaspora kita di Belanda.
Selain itu, Kluivert dengan nama besar dan karakternya sangat diharapkan untuk dapat menangani situasi yang akan terjadi di locker room. Dengan komunikasi yang lancar antara para pelatih dengan pemain, insiden di locker room yang pernah terjadi ketika bertandang ke China diharapkan tidak terjadi lagi.
Menarik sekali untuk melihat bagaimana sepak terjang Patrick Kluivert dan para asisten pelatihnya. Siapa diantara kamu yang sudah tidak sabar menantikan bulan Maret mendatang? Pertandingan dengan Australia sudah dipastikan akan berjalan seru.
Berikan dukungan dan doa kepada Timnas Indonesia agar mimpi untuk tampil di Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Mexico dan Kanada dapat terwujud. Bravo Timnas Indonesia.